Telinga Anda berair. Bukan baru — sudah berbulan-bulan, mungkin lebih lama. Cairannya berbau, tapi tidak selalu disertai nyeri yang hebat. Anda sudah ke dokter, mendapat antibiotik, kondisi membaik sebentar, lalu kambuh lagi. Siklus ini berulang. Dan karena tidak ada rasa sakit yang signifikan, Anda pikir kondisi ini 'tidak terlalu serius.'

Tapi ada kondisi yang harus Anda ketahui — kondisi yang bisa menyembunyikan diri di balik gejala yang tampak 'ringan' sambil diam-diam menghancurkan struktur tulang di dalam telinga Anda. Kondisi itu disebut kolesteatoma.

Apa Itu Kolesteatoma?

Kolesteatoma bukan kanker. Tapi sifatnya mirip dengan kanker dalam satu hal yang penting: ia tumbuh, memperluas diri, dan menghancurkan jaringan di sekitarnya. Kolesteatoma adalah pertumbuhan sel kulit (epitel skuamosa) yang abnormal di dalam rongga telinga tengah atau mastoid — area yang seharusnya tidak mengandung sel kulit.

Sel kulit secara normal 'mengelupas' dari permukaan dan dibuang ke luar. Tapi di dalam telinga tengah, tidak ada mekanisme pembuangan alami. Sel yang mati menumpuk, membentuk lapisan demi lapisan seperti bola salju yang terus membesar. Seiring bertambah besarnya, kolesteatoma mulai menghasilkan enzim yang secara aktif mengikis dan menghancurkan tulang-tulang di sekitarnya.

Tulang yang bisa terdampak mencakup: tulang-tulang pendengaran kecil (ossicles) yang bertanggung jawab menghantarkan suara, dinding telinga tengah, dinding yang memisahkan telinga dari otak (tegmen), dan bahkan kanal saraf wajah.

Mengapa Tidak Terasa Sakit?

Ini adalah sifat yang paling berbahaya dari kolesteatoma: kerusakan yang terjadi di dalamnya tidak selalu menimbulkan rasa sakit. Tulang yang tergerus oleh kolesteatoma tidak memiliki ujung saraf nyeri yang sama dengan jaringan lunak. Proses destruksi berlangsung perlahan dan tanpa drama — sampai komplikasi yang lebih serius terjadi.

Yang biasanya dirasakan pasien adalah: telinga berair berbau yang tidak sembuh dengan antibiotik, gangguan pendengaran yang perlahan memburuk, dan kadang rasa penuh atau tekanan di dalam telinga. Gejala-gejala ini tidak berbeda jauh dari OMSK (otitis media supuratif kronis) biasa — itulah mengapa kolesteatoma sering tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan yang tepat.

Bagaimana Kolesteatoma Terbentuk?

Ada dua tipe utama kolesteatoma. Kolesteatoma kongenital terbentuk saat embrio berkembang — sel kulit yang seharusnya tidak ada di telinga tengah terbawa ke sana selama proses pembentukan, dan mulai tumbuh setelah lahir. Ini lebih jarang.

Kolesteatoma didapat — yang lebih umum — biasanya berkembang dari perforasi gendang telinga atau dari kantung retraksi (bagian gendang telinga yang tertarik ke dalam karena tekanan negatif kronis di telinga tengah). Disfungsi tuba Eustachius yang berlangsung lama, seperti yang sering terjadi pada pasien dengan riwayat infeksi telinga berulang, adalah faktor risiko utama karena menciptakan tekanan negatif kronis yang menarik gendang telinga ke dalam.

Komplikasi yang Bisa Terjadi Jika Dibiarkan

Komplikasi kolesteatoma yang tidak ditangani bisa sangat serius. Tuli konduktif adalah yang paling umum — tulang-tulang pendengaran yang hancur tidak bisa menghantarkan suara. Tapi lebih jauh dari itu: jika kolesteatoma mengerosi dinding kanal saraf wajah, bisa terjadi kelumpuhan wajah. Jika mencapai labirin, bisa menyebabkan tuli sensorineural yang permanen dan vertigo. Dan jika menembus ke intrakranial, bisa terjadi meningitis atau abses otak — komplikasi yang mengancam jiwa.

Ini bukan skenario yang ingin dibuat terdengar dramatis — ini adalah komplikasi yang nyata dan terdokumentasi, yang terjadi ketika kondisi ini tidak terdeteksi atau tidak ditangani dengan tepat.

Diagnosis dan Penanganan

Diagnosis kolesteatoma memerlukan pemeriksaan otoskopi yang cermat — melihat gendang telinga dengan detail menggunakan mikroskop atau endoskopi. CT scan tulang temporal dilakukan untuk memetakan seberapa jauh penyebarannya dan struktur mana yang sudah terdampak.

Penanganan kolesteatoma adalah operasi — tidak ada terapi medis yang bisa menghilangkan kolesteatoma, hanya bisa mengendalikan infeksi sekundernya. Tujuan operasi adalah mengangkat seluruh kolesteatoma (termasuk sisa-sisa terkecilnya, karena kolesteatoma yang tersisa akan kembali tumbuh), merekonstruksi tulang-tulang pendengaran jika memungkinkan, dan menciptakan telinga yang kering dan aman.

Dengan teknik endoskopi telinga modern, operasi ini dapat dilakukan dengan lebih presisi dan visualisasi yang lebih baik ke area-area tersembunyi tempat kolesteatoma sering bersembunyi. Deteksi dini, sebelum komplikasi terjadi, secara dramatis memperbaiki hasil operasi dan memungkinkan rekonstruksi yang lebih baik.

Jika Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat telinga berair yang berulang, terutama yang tidak merespons antibiotik atau yang berbau, evaluasi oleh dokter THT spesialis adalah langkah yang tidak boleh ditunda.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait