Flu Anda sudah sembuh seminggu lalu. Demam sudah turun, batuk dan pilek sudah berkurang. Tapi ada satu keluhan yang tidak ikut sembuh: telinga kanan Anda masih terasa tersumbat. Suara terdengar seperti dari kejauhan, seperti Anda meletakkan tangan di samping telinga. Anda mencoba menelan keras-keras, menguap, mengejan — tapi tidak ada 'pop' yang memuaskan. Telinga masih terasa seperti tertutup kapas dari dalam.
Kondisi ini sangat umum setelah infeksi saluran napas atas, dan banyak orang yang mengabaikannya dengan asumsi 'nanti juga sembuh sendiri.' Tapi ada batas waktu di mana 'nanti' menjadi 'sudah terlambat' — dan memahami kondisi ini bisa mencegah dampak yang lebih panjang.
Apa yang Terjadi di Dalam Telinga Setelah Flu?
Telinga tengah adalah ruang kecil di belakang gendang telinga yang dalam kondisi normal berisi udara. Tekanan di dalam ruang ini harus selalu seimbang dengan tekanan luar — dan keseimbangan ini dijaga oleh tuba Eustachius, saluran kecil yang menghubungkan telinga tengah ke nasofaring.
Saat flu atau infeksi saluran napas atas, peradangan dan pembengkakan mukosa meluas ke seluruh saluran napas atas, termasuk ke mukosa di sekitar muara tuba Eustachius. Tuba yang edema (bengkak) tidak bisa membuka dengan normal — dan ketika tuba tidak berfungsi, tekanan di telinga tengah menjadi tidak seimbang.
Tekanan negatif yang terbentuk di telinga tengah mulai menarik cairan dari dinding mukosa. Cairan ini menumpuk di belakang gendang telinga — kondisi yang disebut otitis media efusi (OME), atau dalam bahasa awam sering disebut 'telinga berair' meskipun dari luar tidak terlihat atau terasa ada cairan.
Mengapa Efusi Telinga Tengah Perlu Ditangani?
Pada banyak kasus, otitis media efusi setelah flu akan sembuh sendiri dalam 4–6 minggu. Tuba Eustachius yang sudah tidak lagi edema akan bisa membuka kembali, tekanan seimbang, dan cairan terserap. Ini yang membuat banyak orang berhasil dengan pendekatan 'tunggu saja.'
Tapi ada subset pasien di mana efusi tidak sembuh sendiri — dan ini yang berbahaya jika dibiarkan terlalu lama. Cairan yang menetap di telinga tengah selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan bisa berubah karakternya: dari cairan encer yang mudah diserap menjadi cairan yang lebih kental, bahkan seperti lem (yang disebut glue ear), yang jauh lebih sulit untuk diserap secara alami.
Selain itu, cairan yang menetap di telinga tengah selama lama: menciptakan gangguan pendengaran konduktif yang bisa mengganggu komunikasi dan kualitas hidup, meningkatkan risiko infeksi berulang karena bakteri bisa berkembang di cairan tersebut, dan pada anak-anak khususnya, bisa mengganggu perkembangan bicara dan bahasa jika terjadi di usia kritis.
Siapa yang Lebih Berisiko untuk Tidak Sembuh Sendiri?
Ada kelompok yang lebih rentan mengalami OME yang tidak sembuh sendiri: anak-anak dengan adenoid yang membesar (karena adenoid dapat menghalangi fungsi tuba secara mekanis), orang dewasa dengan rinitis alergi yang tidak terkontrol (peradangan kronis pada mukosa yang melingkupi tuba), perokok aktif maupun pasif (asap rokok secara kronis mengganggu fungsi silia dan mukosa saluran napas atas), dan mereka yang memiliki riwayat disfungsi tuba Eustachius sebelumnya atau yang sering mengalami masalah dengan perubahan tekanan (seperti saat terbang atau menyelam).
Kapan Harus ke Dokter THT?
Jika telinga masih tersumbat atau pendengaran masih terganggu lebih dari tiga minggu setelah flu sembuh, ini sudah merupakan indikasi untuk evaluasi THT. Jangan tunggu sampai dua bulan atau lebih.
Timpanometri — tes sederhana dan tidak menyakitkan yang mengukur kelenturan gendang telinga dan tekanan di telinga tengah — dapat segera mengonfirmasi apakah ada cairan di telinga tengah. Pemeriksaan ini bisa dilakukan dalam beberapa menit di klinik.
Penanganan tergantung pada durasi dan derajat kondisi. Untuk kasus yang masih baru, terapi medis (kombinasi dekongestan dan semprotan hidung) bisa membantu. Untuk kasus yang sudah berlangsung lama atau yang tidak merespons terapi medis, miringotomi (insisi kecil pada gendang telinga untuk drainase cairan) dengan atau tanpa pemasangan grommet (tabung ventilasi) memberikan hasil yang cepat dan dramatis.
