Telinga Anda sakit — nyata, konsisten, mengganggu. Tapi setelah pemeriksaan, dokter bilang telinga Anda tampak normal. Tidak ada infeksi, tidak ada cairan, tidak ada kemerahan. Anda keluar dari ruang periksa dengan sedikit bingung dan obat penghilang nyeri yang mungkin tidak akan menyelesaikan masalah. Rasa sakitnya nyata, tapi sumbernya rupanya bukan di telinga.

Kondisi ini disebut otalgia sekunder atau referred otalgia — nyeri yang dirasakan di telinga tapi berasal dari struktur lain di sekitarnya. Ini jauh lebih umum dari yang banyak orang sadari, dan mengenalinya penting karena penanganannya tentu berbeda dari infeksi telinga.

Mengapa Telinga Bisa Terasa Sakit dari Sumber Lain?

Telinga mendapat persarafan sensoris dari beberapa saraf kranial sekaligus: saraf trigeminus (cabang mandibular), saraf glossofaringeus, saraf vagus, dan cabang dari saraf servikal atas. Ini adalah jaringan persarafan yang sangat padat. Prinsip referred pain berlaku di sini: jika struktur yang dipersarafi oleh saraf yang sama mengalami peradangan atau masalah, sinyal nyeri bisa 'terasa' di telinga meski sumbernya jauh dari telinga.

Sumber Paling Umum Referred Otalgia

Sendi Temporomandibular (TMJ): sendi rahang yang letaknya tepat di depan telinga. Disfungsi TMJ — dari mengatupkan gigi (bruxism), maloklusi, atau peradangan sendi — sangat sering menyebabkan nyeri yang dirasakan di dalam atau di sekitar telinga. Ciri khasnya: nyeri memburuk saat mengunyah, membuka mulut lebar, atau saat bangun tidur (pada bruxism malam hari). Ada klik atau krepitasi saat rahang bergerak.

Tenggorokan dan tonsil: tonsilitis, faringitis, abses peritonsilar, atau bahkan tumor di orofaring bisa menyebabkan nyeri yang dirasakan di telinga melalui saraf glossofaringeus dan vagus. Ini yang membuat nyeri telinga yang persisten tanpa penjelasan harus selalu diikuti dengan pemeriksaan tenggorokan yang cermat — terutama pada orang dewasa dengan faktor risiko (perokok, peminum alkohol).

Gigi: infeksi atau nyeri dari geraham bawah (molar mandibula) sangat sering menyebabkan referred pain ke telinga melalui cabang mandibular saraf trigeminus. Gigi bungsu (molar ketiga) yang tumbuh atau terinfeksi adalah penyebab yang sering. Leher dan tulang belakang servikal: masalah di vertebra servikal atas bisa menyebabkan nyeri yang menjalar ke area telinga dan rahang.

Otalgia yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

Meski penyebab referred otalgia yang paling umum adalah jinak (TMJ, infeksi gigi, tonsilitis), ada kondisi yang lebih serius yang juga bisa mempresentasikan diri sebagai nyeri telinga: tumor di orofaring, hipofaring, atau laring bisa menyebabkan otalgia unilateral yang persisten. Ini yang membuat nyeri telinga yang tidak ada penjelasannya — terutama yang satu sisi, persisten lebih dari beberapa minggu, dan terjadi pada orang dewasa dengan faktor risiko — harus dievaluasi secara komprehensif.

Evaluasi yang Tepat

Evaluasi referred otalgia yang komprehensif mencakup pemeriksaan telinga (untuk mengkonfirmasi telinga memang normal), pemeriksaan rongga mulut dan tenggorokan (termasuk pangkal lidah dan tonsil), palpasi sendi TMJ, evaluasi leher, dan pada kasus yang dicurigai ada keganasan, laringoskopi untuk memeriksa seluruh saluran aerodigestif atas.

Dokter THT yang terlatih dalam evaluasi kepala leher adalah yang paling tepat untuk menjalani evaluasi ini secara menyeluruh — karena seluruh area yang perlu diperiksa adalah dalam lingkup kompetensi THT. Jangan menerima 'telinga Anda normal' sebagai akhir dari pencarian diagnosis jika nyeri terus ada.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait