Denging itu hanya ada di telinga kanan — atau hanya di kiri. Bukan di keduanya. Anda sudah mencoba mengabaikannya, tapi semakin sunyi lingkungan sekitar, semakin nyata suara itu. Dokter umum bilang 'tinnitus biasa, tidak berbahaya, coba distraksi.' Tapi ada sesuatu yang membuat Anda tidak nyaman dengan jawaban itu — intuisi bahwa ada yang berbeda dengan denging yang hanya ada di satu sisi.

Intuisi itu ada dasarnya. Tinnitus unilateral — yang hanya di satu telinga — memiliki implikasi diagnostik yang berbeda dan lebih perlu dievaluasi dibanding tinnitus bilateral (kedua telinga). Bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memastikan tidak ada kondisi yang terlewat.

Mengapa Lateralitas Tinnitus Penting?

Tinnitus bilateral (kedua telinga) paling sering berasosiasi dengan paparan kebisingan kronis, prebyacusis (penurunan pendengaran terkait usia), atau kondisi sistemik seperti hipertensi. Penyebab-penyebab ini cenderung mempengaruhi kedua telinga secara simetris.

Tinnitus unilateral yang tidak ada penjelasan jelas (tidak ada riwayat trauma akustik spesifik di satu sisi, tidak ada riwayat infeksi telinga satu sisi) memerlukan investigasi lebih lanjut karena beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya secara spesifik unilateral: gangguan pendengaran sensorineural asimetris, penyakit Meniere (yang klasik unilateral), disfungsi sendi temporomandibular (TMJ) yang satu sisi, dan yang perlu disingkirkan: neuroma akustik (schwannoma vestibularis) — tumor jinak pada saraf pendengaran dan keseimbangan yang paling sering muncul unilateral.

Neuroma Akustik: Yang Perlu Diketahui

Neuroma akustik adalah tumor jinak (tidak ganas) yang tumbuh dari sel Schwann yang membungkus saraf vestibulokoklear. Tumor ini tumbuh sangat lambat — sering diukur dalam milimeter per tahun — dan jarang mengancam jiwa secara langsung. Tapi jika tidak terdeteksi dan terus tumbuh, bisa menyebabkan gangguan pendengaran yang progresif, gangguan keseimbangan yang memburuk, dan dalam kasus yang sangat lanjut, bisa menekan batang otak.

Gejala awalnya sering sangat halus: tinnitus unilateral yang persisten, penurunan pendengaran yang perlahan di satu telinga, dan kadang sedikit gangguan keseimbangan atau rasa penuh di telinga. Tidak ada nyeri. Tidak ada tanda-tanda yang sangat dramatis. Ini yang membuat kondisi ini sering terlambat terdiagnosis — rata-rata 3–5 tahun dari gejala pertama hingga diagnosis.

Pemeriksaan yang Diperlukan

Evaluasi tinnitus unilateral yang persisten harus mencakup: audiometri (untuk mendokumentasikan apakah ada gangguan pendengaran dan apakah asimetris), timpanometri (untuk menilai fungsi telinga tengah), dan refleks akustik. Jika ditemukan gangguan pendengaran asimetris atau tinnitus unilateral yang tidak ada penjelasannya, langkah berikutnya adalah MRI dengan kontras dari telinga dalam dan sudut pontoserebelar — ini adalah standar emas untuk mendeteksi atau menyingkirkan neuroma akustik.

Jika MRI normal, fokus bisa beralih ke penyebab lain yang lebih umum dan lebih mudah ditangani. Tapi langkah menyingkirkan neuroma akustik tidak boleh dilewati hanya karena 'kemungkinannya kecil' — karena deteksi dini memberikan lebih banyak pilihan penanganan dengan risiko yang lebih rendah.

Jangan Tunggu Sampai Pendengaran Menurun

Banyak pasien menunda evaluasi dengan alasan 'pendengaran saya masih baik.' Tapi pada neuroma akustik, gangguan pendengaran seringkali baru terasa signifikan saat tumor sudah mencapai ukuran yang lebih besar. Tinnitus unilateral yang persisten adalah gejala awal yang harus direspons dengan evaluasi — bukan dengan menunggu gejala memburuk.

Jika Anda memiliki denging yang hanya di satu telinga dan sudah berlangsung lebih dari 3 bulan tanpa penyebab yang jelas, ini adalah saat yang tepat untuk meminta evaluasi THT yang mencakup audiometri formal dan pertimbangan pencitraan.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait