Sinusitis diobati berulang kali — antibiotik, semprotan hidung, irigasi salin. Membaik sementara, lalu kambuh. Selalu di sisi yang sama. Selalu dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari sinusitis yang biasanya dijelaskan.

Satu kondisi yang sering terlewat dalam evaluasi sinusitis kronis sisi satu yang persisten: sumbernya mungkin bukan di sinus, tapi di gigi — tepatnya di akar gigi geraham atas yang berada tepat di bawah sinus maksila.

Sinusitis odontogenik — sinusitis yang berasal dari infeksi gigi — berbeda dalam penyebab, presentasi, dan penanganannya. Dan tanpa menyelesaikan masalah giginya, sinusitis ini tidak akan sembuh dengan penanganan sinus saja.

Anatomi yang Membuat Ini Mungkin Terjadi

Sinus maksila — rongga terbesar di antara sinus paranasal, terletak di dalam tulang pipi — memiliki dasar yang berdekatan langsung dengan akar gigi premolar dan molar atas.

Pada sekitar 30–40% orang dewasa, akar gigi geraham atas kedua (molar kedua) bahkan menonjol ke dalam rongga sinus. Ini artinya infeksi di ujung akar gigi ini — yang disebut periodontitis apikal — berada dalam jarak yang sangat dekat, bahkan kadang dalam kontak langsung dengan mukosa sinus.

Ketika infeksi di ujung akar gigi ini cukup parah atau berlangsung cukup lama, bakteri dan produk inflamasi bisa melewati batas tipis antara akar gigi dan dasar sinus — menginfeksi mukosa sinus dari bawah, bukan dari atas seperti sinusitis konvensional.

Bagaimana Sinusitis Odontogenik Berbeda

Ada beberapa karakteristik yang cukup khas untuk mengarahkan kecurigaan ke sinusitis odontogenik:

  • Selalu unilateral — hanya satu sisi, dan selalu sisi yang sama dengan masalah giginya
  • Cairan sinus berbau busuk — bakteri anaerob yang berasal dari infeksi gigi menghasilkan senyawa sulfur yang memberikan bau khas yang berbeda dari sinusitis konvensional
  • Tidak merespons antibiotik yang biasanya efektif untuk sinusitis — karena bakteri anaerob memerlukan pilihan antibiotik yang berbeda
  • Riwayat perawatan gigi yang relevan — pencabutan gigi geraham atas, perawatan saluran akar yang tidak tuntas, atau gigi yang sudah lama bermasalah
  • CT scan menunjukkan penebalan sinus maksila unilateral yang mulai dari dasar sinus, kadang dengan gambaran yang berbeda dari sinusitis konvensional

Penyebab Gigi yang Paling Umum

Beberapa kondisi gigi yang paling sering menjadi sumber sinusitis odontogenik:

Periodontitis apikal — infeksi di ujung akar gigi yang bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa nyeri yang signifikan, terutama jika saraf gigi sudah tidak vital. Ini yang membuat kondisi ini sering tidak terdeteksi.

Kista radikuler — kista yang terbentuk di sekitar ujung akar gigi yang terinfeksi, bisa tumbuh cukup besar untuk menonjol ke dalam sinus dan menciptakan lingkungan yang mendukung infeksi sinus.

Komplikasi pasca cabut gigi — setelah pencabutan gigi geraham atas, bisa terbentuk oro-antral fistula — saluran abnormal antara mulut dan sinus maksila yang menjadi jalan masuk bakteri ke sinus secara langsung.

Implant gigi yang menembus sinus — implant yang ukurannya terlalu panjang dan menonjol ke dalam sinus bisa menjadi nidus infeksi.

Kolaborasi Dua Spesialis yang Mutlak Diperlukan

Penanganan sinusitis odontogenik memerlukan kolaborasi dokter gigi (atau dokter gigi spesialis bedah mulut) dan dokter THT — dan keduanya perlu bekerja secara terkoordinasi.

Menangani sinusnya saja tanpa mengatasi sumber infeksi dari gigi akan menyebabkan kambuh karena sumber bakteri masih ada. Mengatasi giginya saja mungkin tidak cukup jika perubahan mukosa sinus sudah cukup signifikan untuk memerlukan tindakan pada sinusnya juga.

Urutan yang biasanya diterapkan: atasi dulu sumber gigi (perawatan saluran akar, pencabutan, atau tindakan bedah gigi yang diperlukan) — tunggu beberapa minggu untuk evaluasi respons — baru tentukan apakah sinus masih memerlukan tindakan (FESS) atau sudah bisa merespon dengan terapi medis.

Jika Anda Punya Sinusitis yang Selalu Kambuh di Satu Sisi

Sinusitis yang persisten atau sangat sering kambuh hanya di satu sisi, terutama jika disertai bau yang khas, adalah indikasi untuk:

  • Evaluasi CT scan sinus yang juga melihat kondisi akar gigi geraham atas
  • Konsultasi dengan dokter gigi untuk evaluasi vitalitas gigi dan kondisi periapeks melalui rontgen panoramik gigi
  • Komunikasi antara dokter gigi dan dokter THT tentang temuan masing-masing

Dengan diagnosis yang tepat, sinusitis yang sudah bertahun-tahun tidak sembuh bisa akhirnya diselesaikan — bukan dengan menambah antibiotik, tapi dengan menemukan dan menghilangkan sumbernya.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait