Dokter sudah merekomendasikan operasi. Tapi Anda punya riwayat hipertensi yang sudah bertahun-tahun dikendalikan dengan obat. Atau diabetes yang terkontrol tapi tetap membuat Anda khawatir tentang penyembuhan luka. Atau mungkin ada kondisi jantung yang membuat Anda merasa bahwa 'operasi' dan 'risiko' adalah dua kata yang tidak bisa dipisahkan untuk kondisi Anda.
Kekhawatiran ini sangat valid — dan justru karena valid, perlu dijawab dengan informasi yang akurat, bukan hanya dihindari. Karena ada perbedaan besar antara 'operasi yang tidak aman untuk kondisi saya' dan 'operasi yang memerlukan persiapan dan koordinasi yang lebih ketat untuk kondisi saya.'
Hipertensi dan Operasi THT
Hipertensi yang terkontrol dengan baik dengan obat-obatan umumnya bukan kontraindikasi untuk operasi THT elektif. Yang penting adalah kontrol tekanan darah yang stabil sebelum operasi — biasanya target di bawah 160/100 mmHg untuk prosedur elektif. Koordinasi antara dokter THT dan dokter yang menangani hipertensi Anda (kardiolog atau dokter penyakit dalam) sebelum operasi adalah bagian dari persiapan standar.
Obat antihipertensi biasanya dilanjutkan sampai hari operasi (diminum dengan sedikit air pagi hari operasi). Tim anestesi yang berpengalaman mengelola tekanan darah selama prosedur sebagai bagian dari standar penanganan.
Diabetes dan Penyembuhan Luka
Kekhawatiran tentang diabetes terkait dengan penyembuhan luka dan risiko infeksi pasca operasi — dan ini bukan kekhawatiran yang tidak berdasar. Kontrol gula darah yang baik perioperatif (sebelum, selama, dan setelah operasi) adalah kunci. Target gula darah yang diinginkan sebelum operasi elektif adalah HbA1c di bawah 8% — atau lebih idealnya di bawah 7,5%.
Yang perlu diketahui: FESS dan timpanoplasti adalah prosedur yang tidak membuat sayatan di luar (tidak ada luka kulit yang perlu sembuh dari luar), sehingga risiko gangguan penyembuhan luka secara umum lebih rendah dibanding operasi konvensional yang membuat insisi besar. Risiko infeksi pasca operasi tetap ada dan dikelola dengan antibiotik profilaksis dan pemantauan yang ketat.
Proses Persiapan yang Lebih Ketat
Untuk pasien dengan komorbiditas, persiapan pre-operasi lebih komprehensif: pemeriksaan laboratorium lengkap termasuk gula darah dan fungsi ginjal, konsultasi dengan spesialis terkait (kardiologi, penyakit dalam) untuk clearance operasi, dan koordinasi yang lebih detail tentang pengelolaan obat-obatan perioperatif.
Ini bukan proses yang perlu ditakuti — ini adalah proses yang membuat operasi lebih aman untuk kondisi Anda. Dokter yang berpengalaman menangani pasien dengan komorbiditas memiliki protokol yang jelas untuk ini. Yang perlu Anda lakukan adalah menyampaikan semua kondisi medis yang ada secara lengkap saat konsultasi — tidak ada yang perlu disembunyikan karena khawatir 'tidak boleh operasi.' Informasi yang lengkap adalah fondasi dari persiapan yang tepat.
🔴 BOFU — Decision
