Selama bertahun-tahun, ada perubahan yang terjadi perlahan pada hidung Anda atau orang yang Anda kenal: hidung yang semakin memerah, kulitnya semakin kasar, pori-pori yang membesar, dan secara keseluruhan ukuran hidung yang tampak semakin besar — terutama di bagian ujung dan sayap hidung. Sering diasumsikan sebagai efek konsumsi alkohol, padahal banyak penderitanya tidak minum alkohol sama sekali.
Kondisi ini disebut rhinophyma — stadium lanjut dari rosacea yang mengenai hidung. Ini bukan sekadar masalah kosmetik yang bisa diabaikan. Dan sering kali, di balik perubahan tampilan luar ini, ada perubahan pada fungsi hidung yang juga perlu dievaluasi.
Apa Itu Rhinophyma?
Rhinophyma adalah pembesaran kelenjar sebasea (kelenjar minyak) dan jaringan ikat di kulit hidung, yang merupakan komplikasi dari rosacea — kondisi inflamasi kronis kulit wajah yang ditandai dengan kemerahan, pembuluh darah yang terlihat, dan kadang jerawat. Pada stadium rhinophyma, kelenjar sebasea membesar secara progresif, kulit menjadi tebal dan tidak rata, dan hidung tampak membesar dengan permukaan yang seperti kulit jeruk.
Kondisi ini jauh lebih sering pada pria dibanding wanita, dan biasanya mulai berkembang di usia menengah. Faktor yang memperburuk termasuk paparan sinar matahari berlebihan, konsumsi alkohol, makanan pedas, dan kondisi stres — meski faktor-faktor ini bukan satu-satunya penyebab.
Dampak Fungsional yang Jarang Dibicarakan
Sebagian besar diskusi tentang rhinophyma berfokus pada aspek kosmetik. Tapi ada dampak fungsional yang sering diabaikan: pembesaran jaringan yang signifikan di sekitar hidung dapat secara mekanis mempersempit lubang hidung dan mengganggu aliran udara. Ini bisa berkontribusi pada obstruksi hidung kronis, napas mulut, dan mendengkur.
Selain itu, evaluasi hidung pada pasien dengan rhinophyma perlu mempertimbangkan kondisi di dalam rongga hidung — karena rosacea adalah kondisi inflamasi sistemik yang tidak hanya mempengaruhi kulit luar, dan ada pertanyaan tentang apakah inflamasi kronik yang terlibat juga berkontribusi pada mukosa hidung.
Penanganan: Pilihan dan Pertimbangannya
Untuk kasus rhinophyma yang sudah berkembang, terapi topikal dan oral untuk rosacea bisa membantu memperlambat progresi tapi tidak bisa mengembalikan jaringan yang sudah terbentuk. Penanganan definitif untuk rhinophyma yang sudah signifikan memerlukan prosedur bedah — pengangkatan jaringan berlebih dan reshaping hidung menggunakan teknik bedah atau laser.
Prosedur ini sebaiknya dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi dalam bedah hidung fungsional dan estetika sekaligus, sehingga perbaikan tampilan dilakukan dengan mempertimbangkan dan mempertahankan fungsi napas hidung yang optimal. Evaluasi awal oleh dokter THT adalah titik awal yang tepat — untuk menilai kondisi hidung secara menyeluruh, baik dari aspek tampilan maupun fungsinya.
