Ada bau yang hanya Anda yang bisa menciumnya — dan itu sangat mengganggu. Seperti bau busuk samar yang sepertinya berasal dari dalam hidung Anda sendiri. Anda sudah mencoba kumur antiseptik, menyikat gigi lebih sering, bahkan mencuci hidung dengan larutan salin. Tapi bau itu tetap ada. Orang-orang di sekitar Anda mengatakan tidak mencium apa-apa. Dan ini membuat Anda semakin bingung — apakah ini masalah nyata, atau ada yang salah dengan penciuman Anda?

Jawabannya bisa keduanya — dan perbedaan antara keduanya penting untuk membuat diagnosis yang tepat.

Dua Kategori Berbeda: Bau Nyata vs. Bau Persepsi

Ada dua kondisi yang sering membingungkan karena gejalanya mirip:

Cacosmia adalah kondisi di mana hidung mencium bau tidak sedap yang memang benar-benar ada — berasal dari sumber nyata di dalam saluran napas. Ini bisa dari lendir terinfeksi di sinus, jaringan nekrotik (mati), kolesteatoma di telinga yang mengeluarkan bau (meski ini masuk melalui saluran berbeda), atau benda asing yang terlupakan di dalam rongga hidung. Orang di sekitar mungkin tidak menciumnya karena bau berasal dari dalam rongga dan tidak selalu tercium dari luar — tapi penciuman Anda sendiri, yang langsung terpapar, bisa mendeteksinya.

Phantosmia adalah kondisi di mana seseorang mencium bau yang tidak ada sumbernya di lingkungan atau di dalam tubuh — ini adalah 'halusinasi penciuman.' Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus yang mempengaruhi saraf penciuman, cedera kepala ringan, migrain, atau dalam kasus yang lebih jarang, kondisi neurologis. Pasien dengan phantosmia sering menggambarkan bau terbakar, busuk, atau kimia yang muncul tiba-tiba.

Bau dari Sinus: Sinusitis Kronis sebagai Sumber

Untuk bau yang memang berasal dari rongga hidung atau sinus (cacosmia), sinusitis kronis dengan infeksi bakteri adalah penyebab paling umum. Bakteri anaerob — yang tumbuh tanpa oksigen — menghasilkan produk metabolisme berupa senyawa sulfur yang berbau sangat tidak sedap, mirip dengan bau telur busuk atau bau busuk yang khas.

Sinus yang tersumbat dan tidak berdrainase dengan baik adalah lingkungan ideal bagi bakteri anaerob ini. Bau yang dihasilkan bisa terdeteksi oleh penderita sendiri sebagai bau dari dalam hidung, atau oleh orang sekitar sebagai napas yang berbau (halitosis) yang tidak hilang meskipun kebersihan mulut sudah baik.

Ini salah satu alasan mengapa bau mulut persisten yang tidak teratasi dengan perawatan gigi perlu dievaluasi dari sisi THT — sumbernya sering ada di sinus, bukan di gigi atau gusi.

Penyebab Lain yang Perlu Dipertimbangkan

Selain sinusitis kronis, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan bau dari rongga hidung:

Atrophic rhinitis (rhinitis atrofi) — kondisi di mana mukosa hidung mengalami penipisan dan atrofi, disertai pembentukan krusta (kerak) kering di dalam hidung. Krusta ini bisa terinfeksi dan menghasilkan bau yang khas dan sangat tidak sedap. Kondisi ini lebih sering pada orang yang pernah menjalani operasi hidung yang terlalu agresif atau pada kondisi tertentu. Benda asing — terutama pada anak kecil, benda asing yang masuk ke dalam hidung (baterai kecil, manik, bagian mainan) dan terlupakan bisa menyebabkan infeksi lokal dengan bau yang sangat khas. Ini biasanya disertai keluar cairan dari satu lubang hidung saja. Gigi yang terinfeksi — infeksi pada akar gigi geraham atas yang berdekatan dengan sinus maksilaris bisa menyebarkan bakteri ke sinus dan menciptakan sinusitis odontogenik dengan bau yang khas.

Evaluasi yang Diperlukan

Untuk menentukan apakah bau yang Anda rasakan berasal dari sumber nyata atau merupakan persepsi tanpa sumber, evaluasi oleh dokter THT adalah langkah pertama yang tepat. Pemeriksaan nasoendoskopi dapat langsung melihat kondisi mukosa hidung dan sinus, mengidentifikasi krusta, cairan, atau benda asing. CT scan sinus memberikan gambaran kondisi semua rongga sinus.

Jika hasil pemeriksaan hidung normal dan tidak ditemukan sumber bau, evaluasi lebih lanjut untuk phantosmia mungkin diperlukan — termasuk tinjauan riwayat medis untuk infeksi virus terbaru, cedera kepala, atau gejala neurologis lain.

Yang penting untuk diketahui: bau yang hanya Anda rasakan bukan berarti Anda 'berlebihan' atau 'mengada-ada.' Kondisi ini nyata dan bisa dievaluasi secara objektif. Jangan biarkan ketidaknyamanan ini berlanjut tanpa mencari jawaban yang tepat.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait