Ini sudah terjadi beberapa kali dalam sebulan terakhir: tiba-tiba darah keluar dari hidung anak Anda, seringkali tanpa benturan, tanpa pemicu yang jelas. Di sekolah, di rumah, kadang saat tidur. Anda mencoba tetap tenang, menjepit hidungnya, menunggu berhenti. Sebagian besar berhenti dalam beberapa menit. Tapi frekuensinya yang membuat Anda mulai khawatir.

Mimisan berulang pada anak-anak sangat umum — diperkirakan terjadi pada 30% anak usia 1–5 tahun dan 56% anak usia 6–10 tahun. Sebagian besar jinak dan tidak memerlukan penanganan khusus. Tapi ada kondisi yang perlu dievaluasi, dan membedakannya adalah hal yang penting bagi orang tua.

Mengapa Anak-Anak Lebih Sering Mimisan?

Ada beberapa alasan anatomis dan fisiologis mengapa mimisan lebih sering pada anak. Pembuluh darah di area pleksus Kiesselbach (bagian depan septum hidung) pada anak lebih dekat ke permukaan dan lebih rapuh dibanding orang dewasa. Anak-anak juga lebih sering menggorek hidung — yang disengaja atau tidak — menciptakan trauma kecil berulang pada mukosa yang sudah tipis. Udara kering dari AC, terutama di malam hari, mengeringkan mukosa dan membuatnya lebih mudah berdarah.

Selain itu, anak lebih sering mengalami infeksi saluran napas atas yang menyebabkan mukosa hidung lebih rapuh dan lebih vaskular. Sinusitis kronis juga bisa menjadi faktor — peradangan mukosa yang terus-menerus meningkatkan kerapuhan pembuluh darah di area tersebut.

Mimisan yang Memerlukan Evaluasi Lebih Jauh

Sebagian besar mimisan anak adalah jinak dan bisa dikelola di rumah. Tapi ada situasi yang memerlukan evaluasi medis:

Frekuensi: lebih dari 2 kali dalam sebulan secara konsisten. Durasi: berlangsung lebih dari 20 menit meski sudah dilakukan penekanan yang benar. Volume: darah sangat banyak atau anak tampak pucat setelah episode. Usia: mimisan pada bayi atau balita sangat muda perlu lebih cermat dievaluasi. Bilateral: dari kedua lubang hidung sekaligus (bukan bergantian). Menyertai memar mudah, perdarahan dari tempat lain, atau riwayat keluarga dengan gangguan pembekuan darah.

Hal yang Sering Terlewat: Benda Asing

Pada anak kecil usia 1–5 tahun, mimisan yang hanya dari satu lubang hidung dan disertai cairan yang berbau — bahkan jika tidak ada yang melihat anak memasukkan sesuatu — harus mempertimbangkan kemungkinan benda asing di dalam hidung. Ini lebih umum dari yang banyak orang tua pikirkan, dan benda asing yang terlewat (terutama baterai kait yang bisa menyebabkan kerusakan jaringan kimia yang cepat) adalah kedaruratan yang perlu segera ditangani.

Pertolongan Pertama yang Benar

Untuk mimisan yang biasa: condongkan kepala anak ke depan (bukan ke belakang — darah ke belakang bisa membuat anak menelan darah dan mual), jepit bagian lunak hidung (bukan pangkal hidung) dengan jari, tahan 10–15 menit tanpa dilepas untuk memeriksa. Berikan anak sesuatu untuk dipegang agar tidak menggoyang-goyangkan kepala. Setelah berhenti, hindari menggosok hidung atau mengejan keras selama beberapa jam.

Jika anak Anda mimisan berulang dengan frekuensi yang membuat Anda khawatir, evaluasi oleh dokter THT akan memberikan gambaran yang jelas: apakah ada pembuluh darah yang perlu dikauterisasi, apakah ada kelainan mukosa, atau apakah ada kondisi sistemik yang perlu dieksplorasi lebih lanjut.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait