Ada kalimat yang sering terdengar di keluarga ketika orang tua mengeluhkan sesuatu yang berhubungan dengan telinga, hidung, atau keseimbangan: “Itu wajar, sudah tua.”

Kadang memang benar — beberapa perubahan adalah bagian dari proses penuaan yang memang tidak bisa dibalik. Tapi banyak kondisi yang terjadi pada lansia yang tidak ada hubungannya dengan usia — atau yang dampaknya bisa dikurangi secara signifikan dengan penanganan yang tepat.

Ini lima kondisi yang paling sering diabaikan dengan alasan usia — dan kenyataannya masing-masing.

1. Kotoran Telinga yang Menumpuk (Serumen Impaksi)

Ini mungkin penyebab gangguan pendengaran yang paling mudah diperbaiki — dan paling sering terlewat pada lansia.

Seiring usia, produksi serumen tidak berkurang — tapi kemampuan liang telinga untuk mendorong serumen keluar secara alami berkurang. Hasilnya: serumen menumpuk dan mengeras di dalam liang telinga, meredam suara seperti ada kapas di dalam.

Banyak lansia yang sudah bertahun-tahun mendengar dengan kurang jelas — dan mengasumsikan ini tuli karena usia — ternyata sebagian besar problemnya adalah serumen impaksi yang sederhana untuk dibersihkan.

Pembersihan serumen yang tepat oleh dokter dengan suction atau alat irigasi yang sesuai umumnya langsung memberikan perbaikan pendengaran yang dramatis.

2. Otitis Media Efusi (Cairan di Telinga Tengah)

Cairan di telinga tengah bukan kondisi eksklusif anak-anak. Pada lansia, ini bisa terjadi setelah infeksi saluran napas atas, disfungsi tuba Eustachius, atau pada kasus yang memerlukan perhatian khusus, sebagai manifestasi dari kondisi lain.

Yang perlu diwaspadai pada lansia dengan cairan di telinga tengah satu sisi yang persisten: kondisi di nasofaring yang mengobstruksi tuba Eustachius perlu disingkirkan — termasuk pertumbuhan abnormal di nasofaring yang, meski jarang, lebih sering terjadi pada populasi yang lebih tua.

Cairan di telinga tengah yang menetap lebih dari 3 bulan pada orang dewasa — terutama pada satu sisi — perlu evaluasi dokter THT, bukan hanya observasi.

3. Sinusitis Kronis yang Tidak Terdiagnosis

Sinusitis kronis pada lansia sering muncul dengan presentasi yang berbeda dari dewasa muda: lebih sedikit nyeri wajah, lebih banyak kelelahan umum, kognitif yang tampak menurun, dan kualitas hidup yang menurun tanpa sebab yang jelas.

Ini sering dikaitkan ke proses penuaan atau kondisi sistemik lain — padahal menangani sinusitis kronisnya menghasilkan perbaikan yang signifikan.

Pada lansia dengan diabetes atau kondisi imunokompromi, sinusitis yang tidak ditangani adalah sumber infeksi berulang yang terus memperburuk kondisi umum.

4. Vertigo yang Tidak Dievaluasi

Vertigo dan masalah keseimbangan pada lansia sering diatribusikan ke “tekanan darah” atau “kurang darah ke otak” — dan diobati dengan obat-obatan yang tidak spesifik.

Padahal banyak kasus vertigo pada lansia adalah BPPV — Benign Paroxysmal Positional Vertigo — yang sangat bisa ditangani dengan manuver reposisi yang dilakukan dokter THT. Tidak perlu obat-obatan jangka panjang, tidak perlu operasi. Satu atau dua sesi manuver sering menyelesaikan masalah sepenuhnya.

Mendiagnosis dan menangani BPPV dengan benar pada lansia juga signifikan dari sisi keselamatan: vertigo yang tidak terkontrol adalah faktor risiko jatuh yang sangat penting pada populasi ini.

5. Tinnitus yang Mengganggu Kualitas Hidup

Tinnitus kronis pada lansia sering diterima sebagai kondisi permanen yang harus ditanggung. Ini tidak sepenuhnya salah — tinnitus yang sudah lama tidak bisa selalu dihilangkan sepenuhnya.

Tapi ada perbedaan antara tinnitus yang sudah dikelola dengan baik sehingga tidak lagi mengganggu — dan tinnitus yang terus-menerus mengganggu tidur, konsentrasi, dan keseimbangan emosional karena tidak pernah ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Terapi tinnitus yang modern — TRT, sound therapy, konseling — bisa mengubah persepsi dan dampak tinnitus secara signifikan, bahkan untuk kondisi yang sudah berlangsung lama.

Pesan untuk Keluarga

Jika Anda memiliki orang tua yang sudah lama mengeluhkan pendengaran, keseimbangan, hidung, atau tenggorokan — dan belum pernah dievaluasi oleh dokter THT — ini mungkin saat yang tepat untuk memfasilitasi konsultasi itu.

Bukan karena semua bisa diperbaiki sempurna. Tapi karena beberapa hal yang sudah bertahun-tahun dianggap sebagai konsekuensi usia mungkin ternyata bisa diperbaiki — dan kualitas hidup yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya bisa dimulai dari satu konsultasi.

dr. Guntur Surya SpTHT-KL FICS
Konsultasi Langsung
dr. Guntur Surya, SpTHT-KL, FICS
Spesialis Bedah Endoskopi Sinus dan Telinga · RS Sumber Waras · Konsultasi Online Tersedia
Hubungi Admin untuk Jadwal Konsultasi

Artikel Terkait